Garage arrow Stories arrow Surat untuk ibu Pertiwi
Bikers Brotherhood MC - Indonesia
>>> BBMC Menu <<<
Garage
Histories
Stories
Galleries
DSCN3457.jpg
>>> RIDERS Menu <<<
Web Links
SiteMap
FAQ
Guest Board
Badge for Support
badge for Support

 LOCAL  CHAPTER
 
 PROSPECT CHAPTER
Jakarta Chapter
Tangerang Chapter
Subang Chapter
Garut Chapter
TasikMalaya Chapter
 
 
Links
Flying Piston Grage   (1258 hits)
www.saratuspersen.com   (435 hits)
Forum Classic Motorcycle   (1139 hits)
Retro Classic Cycles   (1190 hits)
Amatoo Slash   (468 hits)
Kick ass Chopper   (1249 hits)
Chopper Heaven Bali   (711 hits)
Matic Holic   (723 hits)
Satu Darah MC   (1257 hits)
Mad Dog International   (655 hits)

Facebook links:
>>> Bikers Menu <<<
Mother Chapter
Prospect Chapter
Contacts
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3
mod_vvisit_counterYesterday577
mod_vvisit_counterThis week2728
mod_vvisit_counterThis month3

BudakMotor

Deni.ibenk

22MC FB Group
Syndicate

Welcome to Bikers Brotherhood MC - Garage
Advertisement
This Site Generally use for INTERNAL COMMUNICATIONS of BBMC.
Thank You to ENTHUSIAST for Always supporting BIKERS BROTHERHOOD MC.


Surat untuk ibu Pertiwi PDF
Written by L. Hendrawan   
Tuesday, 14 October 2008
Article Index
Surat untuk ibu Pertiwi
Page 2

Kang Oetjie

Selain pencuri (koruptor) bertambah banyak dan sudah merasuk sampai ke tingkat pemerintahan terkecil, pemerintahan besar yang dipilih rakyat untuk menata negara inipun ternyata kurang mengerti tentang ajaran Bapak. Banyak dari mereka yang tidak memahami makna lambang dalam Garuda Pancasila, misalnya; Kemanusiaan yang adil dan beradab; lalu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bu, lambang-lambang negara itu kini oleh mereka hanya dianggap sebagai gambar dan bukan lagi sebagai falsafah berbangsa dan bernegara (ideologi), maka itu sebabnya di negera kita sekarang banyak yang miskin semakin sekarat dan yang kaya semakin mewah. Jadi, kelihatannya sebagian besar dari mereka itu tidak memahami arti kata ADIL maka semakin jauh mereka dari BERADAB.

Bandung 19 July 2008

Kepada Yang Tercinta,
Ibu Pertiwi
Indonesia

Dengan hormat.
Ibu bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Ibu dalam keadaan sehat dan selalu penuh kemuliaan. Semoga tuhan tidak pernah berhenti melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua.

Ibu, anak mohon maaf karena selama ini kurang memperhatikan keadaan Ibu, bahkan anak tidak mampu menjaga kehormatan Ibu ketika dihinakan sebagai negara terkorup di dunia. Anak juga tidak mampu menjaga ketika sebagian dari putra Ibu berkali-kali memperkosa Ibu hingga taman-taman yang indah milik Ibu kini rusak luluh-lantak. Bahkan ketika sebagian dari putra bangsa berkhianat kepada Ibu-pun anak tidak mampu berbuat apa-apa.

Bu, sekali lagi anak mohon maaf karena tidak mampu membagikan warisan secara adil dan merata. Sehingga kini sebagian besar dari putra-putri Ibu berada dalam kesulitan, jangankan untuk sekolah dan biaya rumah sakit bahkan untuk sekedar makan saja mereka terpaksa harus melanggar ajaran Bapak untuk silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wangi.

Ibu, sungguh anak tidak bermaksud untuk mengingkari Ibu sebagai kandung, tapi entah setan dari mana seolah merasuk dalam diri ini, sehingga anak sulit keluar dari ruang kebodohan dan ketololan. Sekarang anak baru memahami, kenapa Ibu selalu bercerita tentang Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya (kisah sang monyet dan kura-kura) yang mencuri pisang emas di ladang petani,  juga cerita tentang Si Malin Kundang yang menjadi batu karena mengingkari ibunya yang compang-camping seperti pengemis. Sekarang anak juga mulai memahami kenapa Ibu selalu melantunkan syair Trang-trang Kolentrang dan Lir Ilir. Padahal waktu itu anak sudah bosan mendengarkannya, tapi Ibu selalu bilang “Nak, kelak kamu akan mengerti ketika dewasa nanti”. Ibu masih ingat rengekan itu ?  

Bu, sekarang putra-putri Ibu sudah banyak yang pandai menggunakan bahasa asing seperti; bahasa Inggris, Belanda, Cina, dan Arab. Bahkan, merekapun pandai menuliskan dengan huruf-hurufnya. Tapi aneh Bu, setelah pandai mereka tidak bisa lagi mempergunakan bahasa yang Ibu ajarkan, bahkan mereka tidak mampu menulis dengan huruf milik negara kita. Kata mereka, katanya bahasa dan huruf negara kita itu sudah kuno dan usang jadi kalau digunakan akan terlihat kampungan, bahkan sebagian yang asli milik kita itu sudah mereka jual kepada negara lain dan kini milik negera lain. Anak sudah mengingatkan mereka, tapi malah sebaliknya sekarang anak dicap sebagai “orang gila” karena dianggap melanggar dunia ilmu pengetahuan yang saat ini dikuasai oleh putra-putri Ibu yang bergelar “sarjana”.

Ibu, anak kadang sangat iri kepada bangsa dan negara-negara tetangga kita itu. Sampai saat ini mereka masih mempunyai jati dirinya masing-masing dan masih tertampakan dengan jelas, seperti; Cina, India, Vietnam, Thailand, Arab, Philipina, Korea, Jepang. Mereka semua sangat bangga mempergunakan huruf dan bahasa milik mereka sendiri. Tidak hanya itu, mereka juga dapat berbangga dengan seni dan budaya hingga tata-cara bernegara dan berbangsanya.


Last Updated ( Friday, 29 May 2009 )
 
Next >

Latest Comments


Support Site
Operator SMS Broadcast:
AXIS, ESIA, FLEXI, IM3,
SATELINDO, TELKOMSEL.
axcomm logo
SMS PREMIUM Provided by:
AXCOMM.NET

Spreadfirefox Button

You Need Hi-speed connections
to Browse this Site.
The best view 1024x768
with Firefox

Traffic




:: 2008 Body Work Modification >>Budak Motor<< - Brotherhood Inc. ::
Today is :Sunday, 01 August 2010