|
Badge for Support |
| LOCAL CHAPTER | | | | PROSPECT CHAPTER | Jakarta Chapter Tangerang Chapter Subang Chapter
Garut Chapter TasikMalaya Chapter |
|
|
Visitors Counter |
 | Today | 3 |  | Yesterday | 577 |  | This week | 2728 |  | This month | 3 |
|
|
Welcome to Bikers Brotherhood MC - Garage
|
This Site Generally use for INTERNAL COMMUNICATIONS of BBMC.
Thank You to ENTHUSIAST for Always supporting BIKERS BROTHERHOOD MC.
|
Surat untuk ibu Pertiwi |
|
|
Written by L. Hendrawan
|
|
Tuesday, 14 October 2008 |
|
Page 1 of 2 
Selain pencuri (koruptor) bertambah banyak dan sudah merasuk sampai ke tingkat pemerintahan terkecil, pemerintahan besar yang dipilih rakyat untuk menata negara inipun ternyata kurang mengerti tentang ajaran Bapak. Banyak dari mereka yang tidak memahami makna lambang dalam Garuda Pancasila, misalnya; Kemanusiaan yang adil dan beradab; lalu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bu, lambang-lambang negara itu kini oleh mereka hanya dianggap sebagai gambar dan bukan lagi sebagai falsafah berbangsa dan bernegara (ideologi), maka itu sebabnya di negera kita sekarang banyak yang miskin semakin sekarat dan yang kaya semakin mewah. Jadi, kelihatannya sebagian besar dari mereka itu tidak memahami arti kata ADIL maka semakin jauh mereka dari BERADAB.
Bandung 19 July 2008 Kepada Yang Tercinta, Ibu Pertiwi Indonesia Dengan hormat. Ibu bagaimana kabarnya hari ini? Semoga Ibu dalam keadaan sehat dan selalu penuh kemuliaan. Semoga tuhan tidak pernah berhenti melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Ibu, anak mohon maaf karena selama ini kurang memperhatikan keadaan Ibu, bahkan anak tidak mampu menjaga kehormatan Ibu ketika dihinakan sebagai negara terkorup di dunia. Anak juga tidak mampu menjaga ketika sebagian dari putra Ibu berkali-kali memperkosa Ibu hingga taman-taman yang indah milik Ibu kini rusak luluh-lantak. Bahkan ketika sebagian dari putra bangsa berkhianat kepada Ibu-pun anak tidak mampu berbuat apa-apa. Bu, sekali lagi anak mohon maaf karena tidak mampu membagikan warisan secara adil dan merata. Sehingga kini sebagian besar dari putra-putri Ibu berada dalam kesulitan, jangankan untuk sekolah dan biaya rumah sakit bahkan untuk sekedar makan saja mereka terpaksa harus melanggar ajaran Bapak untuk silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wangi. Ibu, sungguh anak tidak bermaksud untuk mengingkari Ibu sebagai kandung, tapi entah setan dari mana seolah merasuk dalam diri ini, sehingga anak sulit keluar dari ruang kebodohan dan ketololan. Sekarang anak baru memahami, kenapa Ibu selalu bercerita tentang Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya (kisah sang monyet dan kura-kura) yang mencuri pisang emas di ladang petani, juga cerita tentang Si Malin Kundang yang menjadi batu karena mengingkari ibunya yang compang-camping seperti pengemis. Sekarang anak juga mulai memahami kenapa Ibu selalu melantunkan syair Trang-trang Kolentrang dan Lir Ilir. Padahal waktu itu anak sudah bosan mendengarkannya, tapi Ibu selalu bilang “Nak, kelak kamu akan mengerti ketika dewasa nanti”. Ibu masih ingat rengekan itu ? Bu, sekarang putra-putri Ibu sudah banyak yang pandai menggunakan bahasa asing seperti; bahasa Inggris, Belanda, Cina, dan Arab. Bahkan, merekapun pandai menuliskan dengan huruf-hurufnya. Tapi aneh Bu, setelah pandai mereka tidak bisa lagi mempergunakan bahasa yang Ibu ajarkan, bahkan mereka tidak mampu menulis dengan huruf milik negara kita. Kata mereka, katanya bahasa dan huruf negara kita itu sudah kuno dan usang jadi kalau digunakan akan terlihat kampungan, bahkan sebagian yang asli milik kita itu sudah mereka jual kepada negara lain dan kini milik negera lain. Anak sudah mengingatkan mereka, tapi malah sebaliknya sekarang anak dicap sebagai “orang gila” karena dianggap melanggar dunia ilmu pengetahuan yang saat ini dikuasai oleh putra-putri Ibu yang bergelar “sarjana”. Ibu, anak kadang sangat iri kepada bangsa dan negara-negara tetangga kita itu. Sampai saat ini mereka masih mempunyai jati dirinya masing-masing dan masih tertampakan dengan jelas, seperti; Cina, India, Vietnam, Thailand, Arab, Philipina, Korea, Jepang. Mereka semua sangat bangga mempergunakan huruf dan bahasa milik mereka sendiri. Tidak hanya itu, mereka juga dapat berbangga dengan seni dan budaya hingga tata-cara bernegara dan berbangsanya.
|
|
Last Updated ( Friday, 29 May 2009 )
|
|
|
|
|
| |
|
|
Support Site |
Operator SMS Broadcast: AXIS, ESIA, FLEXI, IM3, SATELINDO, TELKOMSEL. SMS PREMIUM Provided by: AXCOMM.NET 
You Need Hi-speed connections to Browse this Site. The best view 1024x768 with Firefox |
|
selamat ulang tahun bwat Bikers broth...
Saya sangat tertarik untuk bergabung ...
Suport 4Ever Brotherhood - One Heart ...
Persaudaraan yang di bangun berdasark...
gan ada g motor tua dibawah 10 juta???